Rabu, 08 April 2015

Hilangnya keanekaragamaan Mahluk Hidup Tingkat Spesies Punahnya Badak Bercula Satu(badak jawa)




Hilangnya keanekaragamaan  Mahluk Hidup Tingkat Spesies
Punahnya Badak Bercula Satu(badak jawa)






 
















Disusun Oleh:
                                                Halifatud dalila ( 714.7.1.0230 )
                                                Nur aini ( 714.7.1.0242 )
                                                Maliaty ( 714.7.1.0239 )
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PENDIDIKAN IPA
UNIVERSITAS WIRARAJA
2015-2016
Keanekaragaman flora dan fauna di indonesia adalah kekayaan alam yang tidak ternilai  dari sebuah keanekaragaman hayati yang kita miliki, populasi hewan menjadi faktor terpenting untuk kelestarian alam yang ada di indonesia untuk menjaga keseimbangan alam dalam sebuah rantai makanan pada hewan, populasi hewan langka yang ada di indonesia mengalami penurunan yang signifikan. hal ini dipicu oleh terjadinya kerusakan  hutan yang cukup memprihatinkan ditambah sebagian ulah manusia yang mengekplotasi hewan langka menjadi bahan buruan untuk diperjual belikan di pasar gelap yang menyebabkan semakin bertambahnya hewan langka yang ada di indoneisa salah satunya adalah : Badak bercula satu atau lebih dikenal dengan badak jawa adalah hewan yang saat ini hampir punah dan hanya bisa kita temui ditaman nasional ujung kulon. Sangat disayangkan sekali memang, karena hewan ini banyak diburuh oleh manusia untuk diambil culanya.Mereka mengambil culah badak ini untuk digunakan sebagai obat.cula Badak ini sangat mematikan jika menyerang musuhnya karena memiliki culah yang sangat tajam akan tetapi culahnya ini biasa digunakan untuk mencari makan. badak berculah satu termasuk binatang langka di dunia. berdasarkan Red List Data Book yang dikeluarkan oleh International Union for Conversation of Nature (IUCN), badak jawa dikategorikan dalam status kritis terancam punah. Sedangkan Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Flora and Fauna (CITES) memasukkan badak jawa dalam Appendix I sebagai jenis yang jumlahnya sangat sedikit di alam dan dikhawatirkan akan punah.
 Menurut penelitian pertama tahun 1967, populasi Badak Jawa bercula satu di TNUK sebanyak 25 ekor, lalu meningkat pada 1981, 1983, dan 2007 masing-masing sebanyak 64 ekor. Namun lalu mengalami penurunan sangat drastis pada 2010 sebanyak 6 ekor. Kemudian hewan itu dinyatakan punah pada tahun 2011 lalu. hal ini dibuktikan  Karena Badak Jawa hanya berada di Ujung Kulon, Banten. saat ini jumlah populasi Badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon diperkirakan tinggal 60 ekor lagi. Jumlah yang kian semakin sedikit membuat badak jawa pun dinyatakan sebagai hewan yang dilindungi sejak tahun 1909. Kawasan taman nasional seluas 30.000 hektar  di Ujung Kulon menjadi habitat serta tempat perlindungan yang tersisa buat badak jawa sampai saat ini.
   Manusia modern saat ini banyak yang hanya mengedepankan masalah materi, mereka tidak pernah memperhatikan kelestarian Alam padahal manusia diciptakan sebagai pemimpin, tapi manusia malah mengingkarinya yaitu dibuktikan  dengan semakin rusaknya kelestarian alam bahkan hilangnya keanekaragaman mahluk hidup disekitarnya. Dari kasus punahnya badak bercula satu disebabkan beberapa faktor antara lain:
a)      Faktor reproduksi, badak jawa betina siap bereproduksi setelah mencapai usia 3 sampai 4 tahun. Sedangkan badak jawa jantan siap bereproduksi pada usia 6 tahun.
Jika telah kawin, badak betina mengandung anaknya selama 16 sampai 19 bulan. Anak yang dikandungnya pun hanya satu ekor, tak pernah lebih. Setelah lahir, induk badak itu akan mengasuh anaknya sampai dewasa.
Oleh karena itu, badak jawa betina hanya bisa punya 1 anak dalam waktu 4-5 tahun sekali. Masa kawin badak jawa pun sulit ditebak. Itulah yang membuat populasi badak jawa tak banyak.
b)      Perburuan manusia, manusia suka sekali berburu badak jawa untuk mengambil culanya, cula badak dipercaya bisa diolah menjadi obat mujarab diilmu pengobatan tradisional Cina selama lebih dari tahun 2.000 tahun silam, bayangkan seorang pemburuh biasanya mengambil cula badak  dengan cara membuatnya pingsan lalu memotong culanya semena-mena lalu membiarkannya mati kehabisan darah.
c)      Perburuan manusia dengan mengambil kulitnya untuk dijadikan baju
d)     Pembukaan hutan untuk dijadikan lahan agrikultural, habitatnya yang semakin sempit membuat badak jawa sulit mencari makanan.
Berbagai upaya untuk melindungi hewan ini dari kepunahan, Organisasi internasional yang m   enangani masalah konversasi, penelitian, dan restorasi lingkungan, World Wide Fund for Nature (WWF) untuk Indonesia tengah melakukan penelitian terhadap populasi badak jawa di TNUK untuk memperoleh informasi tentang pola perilaku, distribusi, migrasi, masa kawin, dan keragaman genetik.
Seperti ditulis wwf.or.id, selain dari penelitian dan dukungan terhadap patroli anti-perburuan badak jawa, WWF-Indonesia di TNUK juga memfokuskan kegiatannya pada upaya manajemen habitat dengan harapan habitat yang terjaga akan bisa mempertahankan populasi yang tersisa.
Selain itu, keterlibatan masyarakat pun dibutuhkan untuk menjaga populasi badak jawa agar terhindar dari kepunahan. Adapun cara lain untuk melestarikan hewan yang terancam punah seperti badak bercula satu
;

Ø  Menjaga habitat, cara ini dilakukan dengan tujuan agar hewan langka tetap berada          dihabitatnya.
Ø  Penangkaran
 penangkaran dilakukan dengan cara menangkap hewan dari alam bebas. Hewan ditangkap, kemudian dirawat dan dikembangkan dalam kandang. Setelah itu, anak hasil perkembangbiakan dilepas pada habitat yang sesuai.
Ø  Pembuatan taman nasional atau suaka margasatwa
taman nasional ini dibuat khusus untuk melestarikan hewan, misalnya Taman Nasional Ujung Kulon yang melindungi badak bercula satu








                                                                                                                                       



Tidak ada komentar:

Posting Komentar