Hilangnya keanekaragamaan Mahluk Hidup Tingkat Spesies
Punahnya
Badak Bercula Satu(badak jawa)
Disusun Oleh:
Halifatud
dalila ( 714.7.1.0230 )
Nur
aini ( 714.7.1.0242 )
Maliaty
( 714.7.1.0239 )
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PENDIDIKAN
IPA
UNIVERSITAS
WIRARAJA
2015-2016
Keanekaragaman
flora dan fauna di indonesia adalah kekayaan alam yang tidak ternilai
dari sebuah keanekaragaman hayati yang kita miliki, populasi hewan menjadi
faktor terpenting untuk kelestarian alam yang ada di indonesia untuk menjaga
keseimbangan alam dalam sebuah rantai makanan pada hewan, populasi hewan langka
yang ada di indonesia mengalami penurunan yang signifikan. hal ini dipicu oleh
terjadinya kerusakan hutan yang cukup
memprihatinkan ditambah sebagian ulah manusia yang mengekplotasi hewan langka
menjadi bahan buruan untuk diperjual belikan di pasar gelap yang menyebabkan
semakin bertambahnya hewan langka yang ada di indoneisa salah satunya adalah :
Badak bercula satu atau lebih dikenal dengan badak jawa adalah hewan yang saat
ini hampir punah dan hanya bisa kita temui ditaman nasional ujung kulon. Sangat
disayangkan sekali memang, karena hewan ini banyak diburuh oleh manusia untuk
diambil culanya.Mereka mengambil culah badak ini untuk digunakan sebagai
obat.cula Badak ini sangat mematikan jika menyerang musuhnya karena memiliki
culah yang sangat tajam akan tetapi culahnya ini biasa digunakan untuk mencari
makan. badak berculah satu termasuk
binatang langka di dunia. berdasarkan Red List Data Book yang
dikeluarkan oleh International Union for Conversation of Nature (IUCN), badak
jawa dikategorikan dalam status kritis terancam punah. Sedangkan Convention on
International Trade in Endangered Species of Wild Flora and Fauna (CITES)
memasukkan badak jawa dalam Appendix I sebagai jenis yang jumlahnya sangat
sedikit di alam dan dikhawatirkan akan punah.
Menurut penelitian pertama tahun 1967,
populasi Badak Jawa bercula satu di TNUK sebanyak 25 ekor, lalu meningkat pada
1981, 1983, dan 2007 masing-masing sebanyak 64 ekor. Namun lalu mengalami
penurunan sangat drastis pada 2010 sebanyak 6 ekor. Kemudian hewan itu
dinyatakan punah pada tahun 2011 lalu. hal ini dibuktikan Karena Badak Jawa hanya berada di Ujung
Kulon, Banten. saat ini jumlah populasi Badak Jawa di Taman Nasional Ujung
Kulon diperkirakan tinggal 60 ekor lagi. Jumlah yang kian semakin sedikit
membuat badak jawa pun dinyatakan sebagai hewan yang dilindungi sejak tahun
1909. Kawasan taman nasional seluas 30.000 hektar di Ujung Kulon menjadi habitat serta tempat
perlindungan yang tersisa buat badak jawa sampai saat ini.
Manusia modern saat ini banyak yang hanya
mengedepankan masalah materi, mereka tidak pernah memperhatikan kelestarian
Alam padahal manusia diciptakan sebagai pemimpin, tapi manusia malah
mengingkarinya yaitu dibuktikan dengan
semakin rusaknya kelestarian alam bahkan hilangnya keanekaragaman mahluk hidup
disekitarnya. Dari kasus punahnya badak bercula satu disebabkan beberapa faktor
antara lain:
a)
Faktor
reproduksi, badak jawa betina siap bereproduksi setelah
mencapai usia 3 sampai 4 tahun. Sedangkan badak jawa jantan siap bereproduksi
pada usia 6 tahun.
Jika telah kawin, badak betina mengandung anaknya selama 16 sampai 19 bulan. Anak yang dikandungnya pun hanya satu ekor, tak pernah lebih. Setelah lahir, induk badak itu akan mengasuh anaknya sampai dewasa.
Oleh karena itu, badak jawa betina hanya bisa punya 1 anak dalam waktu 4-5 tahun sekali. Masa kawin badak jawa pun sulit ditebak. Itulah yang membuat populasi badak jawa tak banyak.
Jika telah kawin, badak betina mengandung anaknya selama 16 sampai 19 bulan. Anak yang dikandungnya pun hanya satu ekor, tak pernah lebih. Setelah lahir, induk badak itu akan mengasuh anaknya sampai dewasa.
Oleh karena itu, badak jawa betina hanya bisa punya 1 anak dalam waktu 4-5 tahun sekali. Masa kawin badak jawa pun sulit ditebak. Itulah yang membuat populasi badak jawa tak banyak.
b)
Perburuan
manusia, manusia suka sekali berburu badak jawa untuk mengambil culanya, cula
badak dipercaya bisa diolah menjadi obat mujarab diilmu pengobatan tradisional
Cina selama lebih dari tahun 2.000 tahun silam, bayangkan seorang pemburuh biasanya
mengambil cula badak dengan cara
membuatnya pingsan lalu memotong culanya semena-mena lalu membiarkannya mati
kehabisan darah.
c)
Perburuan
manusia dengan mengambil kulitnya untuk dijadikan baju
d)
Pembukaan
hutan untuk dijadikan lahan agrikultural, habitatnya yang semakin sempit
membuat badak jawa sulit mencari makanan.
Berbagai upaya untuk melindungi hewan ini dari
kepunahan, Organisasi
internasional yang m enangani masalah
konversasi, penelitian, dan restorasi lingkungan, World Wide Fund for Nature
(WWF) untuk Indonesia tengah melakukan penelitian terhadap populasi badak jawa
di TNUK untuk memperoleh informasi tentang pola perilaku, distribusi, migrasi,
masa kawin, dan keragaman genetik.
Seperti ditulis wwf.or.id, selain dari penelitian dan dukungan terhadap patroli anti-perburuan badak jawa, WWF-Indonesia di TNUK juga memfokuskan kegiatannya pada upaya manajemen habitat dengan harapan habitat yang terjaga akan bisa mempertahankan populasi yang tersisa.
Selain itu, keterlibatan masyarakat pun dibutuhkan untuk menjaga populasi badak jawa agar terhindar dari kepunahan. Adapun cara lain untuk melestarikan hewan yang terancam punah seperti badak bercula satu;
Seperti ditulis wwf.or.id, selain dari penelitian dan dukungan terhadap patroli anti-perburuan badak jawa, WWF-Indonesia di TNUK juga memfokuskan kegiatannya pada upaya manajemen habitat dengan harapan habitat yang terjaga akan bisa mempertahankan populasi yang tersisa.
Selain itu, keterlibatan masyarakat pun dibutuhkan untuk menjaga populasi badak jawa agar terhindar dari kepunahan. Adapun cara lain untuk melestarikan hewan yang terancam punah seperti badak bercula satu;
Ø Menjaga habitat, cara ini dilakukan
dengan tujuan agar hewan langka tetap berada dihabitatnya.
Ø Penangkaran
penangkaran dilakukan dengan cara menangkap hewan dari alam bebas. Hewan ditangkap, kemudian dirawat dan dikembangkan dalam kandang. Setelah itu, anak hasil perkembangbiakan dilepas pada habitat yang sesuai.
penangkaran dilakukan dengan cara menangkap hewan dari alam bebas. Hewan ditangkap, kemudian dirawat dan dikembangkan dalam kandang. Setelah itu, anak hasil perkembangbiakan dilepas pada habitat yang sesuai.
Ø Pembuatan taman nasional atau suaka
margasatwa
taman nasional ini dibuat khusus untuk melestarikan hewan, misalnya Taman Nasional Ujung Kulon yang melindungi badak bercula satu
taman nasional ini dibuat khusus untuk melestarikan hewan, misalnya Taman Nasional Ujung Kulon yang melindungi badak bercula satu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar